Kamis, 13 Agustus 2015

Penelitian Tindakan Kelas IPA Kelas VI SD



A.   JUDUL
Penggunaan metodede monstrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang hubugan antara ciri-ciri mahluk hidup dengan  fungsinya di kelas VI SD Negeri Anotaurei , Kabupaten Kepulawan Yapen tahun 2011 / 2012.

B.   BIDANG KAJIAN
Mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atauw SAINS khususnya pada konsep mendrisipkan hubugan antara cirri-ciri mahkluk hidup dengan lingkugan tempat hidupnya.

C.   PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Alam atauw SAINS di dalam pendidikan formal dikenal sebagai ilmu pengetahuan yang sangat menyenakan karena berhubungan erat dengan kehidupan mahluk hidup , termasuk alam sekitar dan jagad raya yang sangat luas. Namun sering ilmu pengetahuan alam atauw SAINS tidak di generasikan oleh siswa karena gurulah sebagai pemegang peranan utama kurang berperan dan tidak tersedianya sarana penujang belajar atauw alat peraga yang di sesuai. Dan juga tidak dapat di sangkal bahwa lingkungan tempat belajar dan bermain anak bahkan diri anak sendiri sebagai sumber belajar yang konkrit atauw nyata sudah di gunakan oleh guru. Guru haya berceramah dan anak haya menjadi pendegar. Oleh karena itu, agar pelajaran menjadi lebih bermakna. Guru perlu mengguasai pelajaran agar menjadi lebih bermakna. Guru perlu mengguasai bahan agar materi pelajaran dan mempersiapkan perencanaan pelajaran degan baik dan lebih inovatif.
Berdasarkan akar permasalahan tersebut siswa sudah dapat memahami dan mendreskrisipkan antara ciri-ciri  mahluk hidup degan lingkugan tempat hidupnya, senghingga nilai ilmu pengetahuan pada konpetesi dasar tersebut sagat redah untuk 5 ( lima orang siswa dari 25 siswa yang tidak dapat mencapai KKM (kriteria ,  ketuntasan minimal ) pada kelas VI SD Negeri Anotaurei. Untuk mingkatkan pemahaman siswa tentang hubugan struktur ciri-ciri mahluk hidup degan fungsinya padan kelas VI SD Negeri Anotaurei, maka pemilihan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan tepat agar dapat mencapai anjuran yang di harapkan sekolah.
Jumlah siswa kelas VI SD Negeri Anotaurei yang telah tuntas 25 orang siswa dan belum tuntas 5 orang. kriteria  ketuntasan minimal (KKM) SD Negeri Anotaurei adalah 65 %, untuk kelas VI. Oleh karena itu perlu di adakan perbaikan nilai untuk 25 orang siswa tersebut melalui penelitian tindakan kelas.

D.   PERUMUSAN DAN PEMECAHAN
1.    Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian masalah melalui pendahuluan tentan pokok-pokok permasalah maka :

a.    Apakah degan penggunaan lingkugan alam sekitar anak dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubugan antara ciri-ciri mahluk hidup  degan lingkugan tempat hidupnya.

b.    Apakah dengan menggunakan sumber belajar alat / peraga yang sesuai dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubugan antara cirri-ciri mahluk hidup degan fungsinya.

c.    Apakah degan Guru mempersiapkan perencanaan pembelajaran degan baik dan lebih inovatif dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubugan antara cirri-ciri mahluk hidup dengan lingkugan dan fungsinya.


2.    Pemecahan Masalah
Melalui perumusan masalah diatas, makah di ketahui 5 ( lima) siswa nililainya sagat menurun karena kurangnya pemahaman siswa dalam menerima materi Pelajaran, disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.
a.    Siswa kurang termotifasi karena guru tidak menggunakan lingkungan alam sekitar siswa sebagai sumber belajar yang meyenangkan tetapi haya bercerama saja.
b.    Sumber belajar dan alat peraga yang tersedia sangat kurang dan tidak memadahi.
c.    Guru belum secara baik merancangkan pelaksaan pembelajaran yang kreatif dan meyenangkan siswa secara maksimal.
Oleh sebab itu berdasarkan pokok permasalahan tersebut diatas maka yang mennjadi pokok perrbaikan adalah untuk miningkatakan kemampuan siswa untuk memahami hubunga atara ciri-ciri mahluk hidup dengan fungsinya.

3.    Tujuan penilaian
Berdasarkan perumusan masalh yang dikemukan diatas, maka tujuan di lakukan penelitian adalah untuk :
a.    Menemukan cara strategi pembelajaran dengan mengukan lingkugan alam sekitar anak sebagai sumber belajar yang meyenangkan untuk tingkatkan pemahaman siswa.
b.    Meningkatkan pemehaman siswa siswa lebih termotifasi dalam pembelajaran dipilih alat peraga dan sumber belajar yang siswa dan relawan.
c.    Meningkatkan pemahaman siswa tengtang ciri-ciri  mahluk hidup dan fungsinya dengan menggunakan metode demonstrasi.
d.    Merecenakan peleksanaan pembelajaran yang meyenangkan siswa bermotivasi.

4.    Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian  ini dapat member manfaat bagi siswa, nagi Guru dan bagi Sekolah antara lain :
a.    Bagi siswa :
1.    Siswa lebih senang mempelajari ilmu  pengetahuan alam.
2.    Siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak mudah terlupakan
3.    Menigkatkan prestasi belajar siswa.

b.    Bagi Guru
1.    Guru lebih terampil memilih strategi pembelajaran yang menarik
2.    Guru lebih kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran
3.    Mempermudakan Guru dalam belajar

c.    Bagi sekolah :
1.    Mningkatkan nilai mata pelajaran ilmu pengetahuan alam pada SD Negeri Anotaurei
2.    Dijadikan acuhan untuk penelitian berikut
3.    Sebagai standar untuk menetukan keberhasilan siswa.

5.  Kajian Teori DanPustaka
Ilmu pegetahuan alam atau SAINS dapat di pandang sebagai produk dan sebagai proses definisis ilmu pengetahuan alam sebagai produk adalah bahwa hasil  , berupa , fakta , konsep , prinsip dan teori-teori.
Sedangkan definisi IPA sebagai proses adalah bahwa strategi atauw cara yang dilakukan pada ahli sinstis dalam menentukan berbagai hal tersebut sebagai implementasi adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atauw peristiwa-peristiwa dalam IPA sebagai proses.
(sumber http/fipuya.ae.cdpjjwp-contont uplook/2008/02/inisiasi –pengembagan pembelajaran IKA-1 paf).
Siswa SD secara umum yang berusia 6-12 tahun secara perkembagan kongnitif termaksuk dalam tahapan perkembagan oprasional konkrit.
Tahapan ini di tandai degan cara berpikir yang cenderum konkrit / nyata. Siswa mulai mampu berpikir  logis dan elementer , misalnya mengelompokan , merangkaikan sederet odyek dan menghubukan satu degan yang lain.
(sumber http :llid.wikipedia.org/wiki/teori-perkembagan –kongnitif ) uraian di atas menujukan bawah dalam pelajaran di SD yang perlu diajarkan adalah produk dan proses IPA karena keduanya tidak dapat di pisahkan Guru yang berperan sebagai fasilitator siswa dalam belajar produk dan proses  IPA harus dapat mengemas pembelajaran yang sesuai degan karakteristik siswa. Ada beberapa prinsip-prinsip pembelajaran IPA di SD yang harus diperhatikan oleh Guru.

Prinsip tersebut antara lain :
1.    Pemehaman kita tengtang dunia luar disekitar kita di buka melalui pengalam baik secara inderawati maupun non inderawati.
2.    Penggetahuan yang diperloleh tidak perna terlihat secara lansung oleh karena itu perlu diungkapkan selama proses selama proses pembelajaran . pengetahuan siswa yang di peroleh dari pengalaman itu perlu di ungkapkan setiap awal pembelajaran.
3.    Pengetahuan pengalaman mereka ini pada umum nya  kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan dan pengetahuan yang anda miliki. Pengetahuan yang demikian di sebut konsepsi. Anda perlu dimerangcang kegiatan yang membetulkan miskonsepsi ini selama pembelajaran.
4.    Setiap pengetahuan mengandung fakta , data , konsep , lambing dan relasi. Konsep yang lain tugas sebagai Guru IPA adalah mengajak siswa unntuk mengelompokan pengetahuan yang sedang dipelajari itu kedalam fakta,data, konsep, symbol dan hubugan konsep lain.
5.    IPA terdiri atas produk dan proses. Guru perlu mengenalkan kedua aspek ini walauwpun hinga kini masi banyak Guru yang lebih senang menetukan, pada produk IPA saja . perlu diingat bahwa perkembagan IPA sangat pesat .Guru yang akan mengembakan IPA sebagai proses maka akan memasuki bidang yang di sebut prosedur ilmiah.guru perlu mengenalkan cara-cara menggumpulkan data , cara mengelola data, serta cara-cara menarik kesimpulan.

(sumber inisiatif – pegembagan, pelajaran IPA-6 )






6.    KERANGKA BERPIKIR






 





















7.    HIPOTESIS TINDAKAN
     
Berdasarkan kajian pustaka  dan kerangka berpikir, maka jika pembelajaran menggukan media konkrit dan alat peraga serta perencanaan pelajaran maka akan meningkatakan pemahaman siswa tentang ciri-ciri mahluk hidup dan fungsinya.
Sumber data
Siswa kelas VI SD Negeri Anotaurei berjumlah 5 orang anak.
Pengelola data
Dari jumlah 25 anak 5 anak 50% dari seluru siswa belim tuntas



8.    PROSES PENILAIAN
a.    Perencanaan
-       Membuat scenario pembelajaran sesuai yang di pelih
-       Membuat lembar siswa (LKS)
-       Membuat lembar penilanya
-       Menyampaikan rencana kepada teman-teman sejawat.
b.    Melaksakan Tindakan
-       Melaksakan proses pembelajaran ddengan lembar kerja siswa (LKS) yang telah di siapkan
-       Pengumpulan nilai dan pengelola nilai
-       Membuat lamporan hasil penilaian.
c.    Refleksi
-       Melihat kembali hasil evaluasi yang di perole dan memperloleh masukan dari teman sejawat agar pelajaran lebih bermakna.
-       Degan mengethui kekurangan pelajaran maka Guru akan lebih termotivasi untuk memperbaikinya

Dengan motifasi yang selalu di lakukan oleh Guru , maka pembelajaran sudah ad kemajuan , karena dalam menyaipakan materi pelajaran , Guru mengunakan metode yang tepat , alat peraga dan bahasa yang mudah di mengerti  oleh siswa sehinga dapat membangkitkan minat siswa terhadap materi pelajaran.

E.    METODELOGI PENELITIAN
1.    Setting Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Anotaurei pada kelas IV pada bulan September sampai November 2011.
2.    Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah 5 anak kelas  VI yang di yatakan belum tuntas / belum mencapai KKM yang ditentukan.
3.    Data
a.    Jenis data

Berupa hasil tes siswa kelas VI SD Negeri Anoturei yang di peroleh peneliti pada saat melaksakan pelajaran.

b.    Alat pengumpulan data
Data di ambil di tempat penelitian yang di kumpulkan melalui tes tertulis , pemberian tugas PR. Data diambil oleh peneliti sendiri sebagai Guru kelas .
Yang diamati antara lain :
-  Selama proses pembelajaran
-  keselarasan sarana dan prasarana
-  perencana pelajaran

Dimana tes tertulis dari tugas-tugas yang di kerjakan sebagai alat untuk memperoleh data. Untuk mengetahui pemahaman siswa tetang materi yang di ajarkan. Akan lebih menarik , bermakna dan berbobot tampa merefsikan hasil pelajaran, maka prosentasi pembelajaran tidak mengalami peningkatan yang singnifikan.

4.    Indikator Keberhasilan
Indikiator keberhasilan tidakan perbaikan pada penelitian ini adalah minimal 90% siswa dalam kelas VI tuntas mencapai KKM ( criteria ketuntasan minimal ) dan kualitas pembelajaran  yang di lakukan oleh Guru amat baik.

Jadwal Penelitian
No
Uraian Kegiatan
September
Oktober
Nopember
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan
X
X










2
Merencanakan Tindakan

X
X









3
Melaksanakan Siklus 1



X
X







4
Melaksanakan Siklus 2






X
X




5
Menganalisa Data



X
X
X
X
X




6
Menyusun Draft Hasil Tes








X



7
Menyusun laporan









X


8
Menggandakan Laporan









X


9
Pengumpulan Laporan










X

DAFTAR PUSAKA

Abd . wahab , faezah ( el,al ) , penelitian insentif priority SAINS , peleling jaya sasbadi SDN BHD, 2003
BAKOSURTAL, Atlas flora dan fauna indosia , Jakarta grasindo 2001 depdiknas , kurikulum SAINS SD 2006, Jakarta Depdiknas 2006 Kramer, Anncet. Al (et,al) The Dorling Kindersley Children Ilustrated Encyclopedia. Londen.
Dorting Kindersley, 1997 (revisid edition)
Leng ho peck dan Goh Khang, 1 Selence Text book 5, Singapore snp panpac, 2003
Lukman Cecilia (et, al) oxford Ensiklopedia Pelajar, glorier International 1999 (Edisi Revisi).
Mc. Keever, Sucan (et,al) The Dorling Kindersley Science Encylopedia, London, Dorling Kindesley, 1997 (revisid edition) oxford Science and technology, Black Holes to Holograms, oxford University press 1995.
Paker, Steve How Rhe Body Works London ; Dorling Kindesley, 1997
Tiley, Peter, (et,al), Food Chaina, New York Franklin Watts 1998
Smith, Viv. I can Help Save Energy, New York Franklin Watts 1998
Stone, Daved (et,al) Bodiversity of Indonesia, Srchipelego, Pree 1997