A. JUDUL
Penggunaan metodede monstrasi untuk meningkatkan
pemahaman siswa tentang hubugan antara ciri-ciri mahluk hidup dengan fungsinya di kelas VI SD Negeri Anotaurei ,
Kabupaten Kepulawan Yapen tahun 2011 / 2012.
B. BIDANG
KAJIAN
Mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atauw SAINS
khususnya pada konsep mendrisipkan hubugan antara cirri-ciri mahkluk hidup
dengan lingkugan tempat hidupnya.
C. PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Alam atauw SAINS di dalam pendidikan
formal dikenal sebagai ilmu pengetahuan yang sangat menyenakan karena berhubungan
erat dengan kehidupan mahluk hidup , termasuk alam sekitar dan jagad raya yang
sangat luas. Namun sering ilmu pengetahuan alam atauw SAINS tidak di
generasikan oleh siswa karena gurulah sebagai pemegang peranan utama kurang
berperan dan tidak tersedianya sarana penujang belajar atauw alat peraga yang
di sesuai. Dan juga tidak dapat di sangkal bahwa lingkungan tempat belajar dan
bermain anak bahkan diri anak sendiri sebagai sumber belajar yang konkrit atauw
nyata sudah di gunakan oleh guru. Guru haya berceramah dan anak haya menjadi
pendegar. Oleh karena itu, agar pelajaran menjadi lebih bermakna. Guru perlu
mengguasai pelajaran agar menjadi lebih bermakna. Guru perlu mengguasai bahan
agar materi pelajaran dan mempersiapkan perencanaan pelajaran degan baik dan
lebih inovatif.
Berdasarkan akar permasalahan tersebut siswa sudah dapat
memahami dan mendreskrisipkan antara ciri-ciri mahluk hidup degan lingkugan tempat hidupnya,
senghingga nilai ilmu pengetahuan pada konpetesi dasar tersebut sagat redah untuk
5 ( lima orang siswa dari 25 siswa yang tidak dapat mencapai KKM (kriteria , ketuntasan minimal ) pada kelas VI SD Negeri
Anotaurei. Untuk mingkatkan pemahaman siswa tentang hubugan struktur ciri-ciri
mahluk hidup degan fungsinya padan kelas VI SD Negeri Anotaurei, maka pemilihan
penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan tepat agar dapat mencapai
anjuran yang di harapkan sekolah.
Jumlah siswa kelas VI SD Negeri Anotaurei yang telah
tuntas 25 orang siswa dan belum tuntas 5 orang. kriteria ketuntasan minimal (KKM) SD Negeri Anotaurei
adalah 65 %, untuk kelas VI. Oleh karena itu perlu di adakan perbaikan nilai
untuk 25 orang siswa tersebut melalui penelitian tindakan kelas.
D. PERUMUSAN
DAN PEMECAHAN
1. Perumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian masalah melalui pendahuluan tentan pokok-pokok permasalah maka :
a.
Apakah
degan penggunaan lingkugan alam sekitar anak dapat meningkatkan pemahaman siswa
tentang hubugan antara ciri-ciri mahluk hidup
degan lingkugan tempat hidupnya.
b.
Apakah
dengan menggunakan sumber belajar alat / peraga yang sesuai dapat meningkatkan
pemahaman siswa tentang hubugan antara cirri-ciri mahluk hidup degan fungsinya.
c.
Apakah
degan Guru mempersiapkan perencanaan pembelajaran degan baik dan lebih inovatif
dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubugan antara cirri-ciri mahluk
hidup dengan lingkugan dan fungsinya.
2. Pemecahan
Masalah
Melalui perumusan masalah diatas, makah di ketahui 5 (
lima) siswa nililainya sagat menurun karena kurangnya pemahaman siswa dalam
menerima materi Pelajaran, disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.
a.
Siswa
kurang termotifasi karena guru tidak menggunakan lingkungan alam sekitar siswa
sebagai sumber belajar yang meyenangkan tetapi haya bercerama saja.
b.
Sumber
belajar dan alat peraga yang tersedia sangat kurang dan tidak memadahi.
c.
Guru
belum secara baik merancangkan pelaksaan pembelajaran yang kreatif dan
meyenangkan siswa secara maksimal.
Oleh
sebab itu berdasarkan pokok permasalahan tersebut diatas maka yang mennjadi
pokok perrbaikan adalah untuk miningkatakan kemampuan siswa untuk memahami
hubunga atara ciri-ciri mahluk hidup dengan fungsinya.
3.
Tujuan penilaian
Berdasarkan perumusan masalh yang dikemukan diatas, maka
tujuan di lakukan penelitian adalah untuk :
a.
Menemukan
cara strategi pembelajaran dengan mengukan lingkugan alam sekitar anak sebagai
sumber belajar yang meyenangkan untuk tingkatkan pemahaman siswa.
b.
Meningkatkan
pemehaman siswa siswa lebih termotifasi dalam pembelajaran dipilih alat peraga
dan sumber belajar yang siswa dan relawan.
c.
Meningkatkan
pemahaman siswa tengtang ciri-ciri mahluk
hidup dan fungsinya dengan menggunakan metode demonstrasi.
d.
Merecenakan
peleksanaan pembelajaran yang meyenangkan siswa bermotivasi.
4. Manfaat
Penelitian
Berdasarkan
penelitian ini dapat member manfaat bagi
siswa, nagi Guru dan bagi Sekolah antara lain :
a.
Bagi
siswa :
1.
Siswa
lebih senang mempelajari ilmu
pengetahuan alam.
2.
Siswa
memperoleh pengalaman belajar yang tidak mudah terlupakan
3.
Menigkatkan
prestasi belajar siswa.
b. Bagi Guru
1.
Guru
lebih terampil memilih strategi pembelajaran yang menarik
2.
Guru
lebih kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran
3.
Mempermudakan
Guru dalam belajar
c.
Bagi
sekolah :
1.
Mningkatkan
nilai mata pelajaran ilmu pengetahuan alam pada SD Negeri Anotaurei
2.
Dijadikan
acuhan untuk penelitian berikut
3.
Sebagai
standar untuk menetukan keberhasilan siswa.
5. Kajian Teori DanPustaka
Ilmu
pegetahuan alam atau SAINS dapat di pandang sebagai produk dan sebagai proses
definisis ilmu pengetahuan alam sebagai produk adalah bahwa hasil , berupa , fakta , konsep , prinsip dan
teori-teori.
Sedangkan
definisi IPA sebagai proses adalah bahwa strategi atauw cara yang dilakukan
pada ahli sinstis dalam menentukan berbagai hal tersebut sebagai implementasi
adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atauw peristiwa-peristiwa dalam
IPA sebagai proses.
(sumber http/fipuya.ae.cdpjjwp-contont
uplook/2008/02/inisiasi –pengembagan pembelajaran IKA-1 paf).
Siswa SD
secara umum yang berusia 6-12 tahun secara perkembagan kongnitif termaksuk
dalam tahapan perkembagan oprasional konkrit.
Tahapan ini di
tandai degan cara berpikir yang cenderum konkrit / nyata. Siswa mulai mampu
berpikir logis dan elementer , misalnya
mengelompokan , merangkaikan sederet odyek dan menghubukan satu degan yang
lain.
(sumber http
:llid.wikipedia.org/wiki/teori-perkembagan –kongnitif ) uraian di atas
menujukan bawah dalam pelajaran di SD yang perlu diajarkan adalah produk dan
proses IPA karena keduanya tidak dapat di pisahkan Guru yang berperan sebagai
fasilitator siswa dalam belajar produk dan proses IPA harus dapat mengemas pembelajaran yang
sesuai degan karakteristik siswa. Ada beberapa prinsip-prinsip pembelajaran IPA
di SD yang harus diperhatikan oleh Guru.
Prinsip tersebut antara lain :
1.
Pemehaman
kita tengtang dunia luar disekitar kita di buka melalui pengalam baik secara
inderawati maupun non inderawati.
2.
Penggetahuan
yang diperloleh tidak perna terlihat secara lansung oleh karena itu perlu
diungkapkan selama proses selama proses pembelajaran . pengetahuan siswa yang
di peroleh dari pengalaman itu perlu di ungkapkan setiap awal pembelajaran.
3.
Pengetahuan
pengalaman mereka ini pada umum nya
kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan dan pengetahuan yang anda
miliki. Pengetahuan yang demikian di sebut konsepsi. Anda perlu dimerangcang kegiatan
yang membetulkan miskonsepsi ini selama pembelajaran.
4.
Setiap
pengetahuan mengandung fakta , data , konsep , lambing dan relasi. Konsep yang
lain tugas sebagai Guru IPA adalah mengajak siswa unntuk mengelompokan
pengetahuan yang sedang dipelajari itu kedalam fakta,data, konsep, symbol dan
hubugan konsep lain.
5.
IPA
terdiri atas produk dan proses. Guru perlu mengenalkan kedua aspek ini
walauwpun hinga kini masi banyak Guru yang lebih senang menetukan, pada produk
IPA saja . perlu diingat bahwa perkembagan IPA sangat pesat .Guru yang akan
mengembakan IPA sebagai proses maka akan memasuki bidang yang di sebut prosedur
ilmiah.guru perlu mengenalkan cara-cara menggumpulkan data , cara mengelola
data, serta cara-cara menarik kesimpulan.
(sumber
inisiatif – pegembagan, pelajaran IPA-6 )
6. KERANGKA
BERPIKIR
![]() |
||
![]() |
||
7. HIPOTESIS
TINDAKAN
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir, maka jika pembelajaran
menggukan media konkrit dan alat peraga serta perencanaan pelajaran maka akan
meningkatakan pemahaman siswa tentang ciri-ciri mahluk hidup dan fungsinya.
Sumber
data
Siswa
kelas VI SD Negeri Anotaurei berjumlah 5 orang anak.
Pengelola
data
Dari
jumlah 25 anak 5 anak 50% dari seluru siswa belim tuntas
8. PROSES
PENILAIAN
a.
Perencanaan
-
Membuat
scenario pembelajaran sesuai yang di pelih
-
Membuat
lembar siswa (LKS)
-
Membuat
lembar penilanya
-
Menyampaikan
rencana kepada teman-teman sejawat.
b. Melaksakan Tindakan
-
Melaksakan
proses pembelajaran ddengan lembar kerja siswa (LKS) yang telah di siapkan
-
Pengumpulan
nilai dan pengelola nilai
-
Membuat
lamporan hasil penilaian.
c. Refleksi
-
Melihat
kembali hasil evaluasi yang di perole dan memperloleh masukan dari teman
sejawat agar pelajaran lebih bermakna.
-
Degan
mengethui kekurangan pelajaran maka Guru akan lebih termotivasi untuk
memperbaikinya
Dengan
motifasi yang selalu di lakukan oleh Guru , maka pembelajaran sudah ad kemajuan
, karena dalam menyaipakan materi pelajaran , Guru mengunakan metode yang tepat
, alat peraga dan bahasa yang mudah di mengerti
oleh siswa sehinga dapat membangkitkan minat siswa terhadap materi
pelajaran.
E. METODELOGI
PENELITIAN
1.
Setting
Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SD Negeri Anotaurei pada kelas IV pada bulan September sampai
November 2011.
2.
Subyek
Penelitian
Subyek
penelitian ini adalah 5 anak kelas VI
yang di yatakan belum tuntas / belum mencapai KKM yang ditentukan.
3. Data
a.
Jenis
data
Berupa
hasil tes siswa kelas VI SD Negeri Anoturei yang di peroleh peneliti pada saat
melaksakan pelajaran.
b.
Alat
pengumpulan data
Data
di ambil di tempat penelitian yang di kumpulkan melalui tes tertulis ,
pemberian tugas PR. Data diambil oleh peneliti sendiri sebagai Guru kelas .
Yang
diamati antara lain :
-
Selama proses pembelajaran
- keselarasan sarana dan prasarana
- perencana pelajaran
Dimana
tes tertulis dari tugas-tugas yang di kerjakan sebagai alat untuk memperoleh
data. Untuk mengetahui pemahaman siswa tetang materi yang di ajarkan. Akan
lebih menarik , bermakna dan berbobot tampa merefsikan hasil pelajaran, maka
prosentasi pembelajaran tidak mengalami peningkatan yang singnifikan.
4.
Indikator
Keberhasilan
Indikiator
keberhasilan tidakan perbaikan pada penelitian ini adalah minimal 90% siswa
dalam kelas VI tuntas mencapai KKM ( criteria ketuntasan minimal ) dan kualitas
pembelajaran yang di lakukan oleh Guru
amat baik.
Jadwal Penelitian
|
No
|
Uraian
Kegiatan
|
September
|
Oktober
|
Nopember
|
|||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
Persiapan
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Merencanakan
Tindakan
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Melaksanakan
Siklus 1
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Melaksanakan
Siklus 2
|
|
|
|
|
|
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
5
|
Menganalisa
Data
|
|
|
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
6
|
Menyusun
Draft Hasil Tes
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
|
|
|
7
|
Menyusun
laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
|
|
8
|
Menggandakan
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
|
|
9
|
Pengumpulan
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X
|
|
DAFTAR
PUSAKA
Abd .
wahab , faezah ( el,al ) , penelitian insentif priority SAINS , peleling jaya
sasbadi SDN BHD, 2003
BAKOSURTAL,
Atlas flora dan fauna indosia , Jakarta grasindo 2001 depdiknas , kurikulum
SAINS SD 2006, Jakarta Depdiknas 2006 Kramer, Anncet. Al (et,al) The Dorling
Kindersley Children Ilustrated Encyclopedia. Londen.
Dorting
Kindersley, 1997 (revisid edition)
Leng
ho peck dan Goh Khang, 1 Selence Text book 5, Singapore snp panpac, 2003
Lukman
Cecilia (et, al) oxford Ensiklopedia Pelajar, glorier International 1999 (Edisi
Revisi).
Mc.
Keever, Sucan (et,al) The Dorling Kindersley Science Encylopedia, London,
Dorling Kindesley, 1997 (revisid edition) oxford Science and technology, Black
Holes to Holograms, oxford University press 1995.
Paker,
Steve How Rhe Body Works London ; Dorling Kindesley, 1997
Tiley,
Peter, (et,al), Food Chaina, New York Franklin Watts 1998
Smith,
Viv. I can Help Save Energy, New York Franklin Watts 1998
Stone,
Daved (et,al) Bodiversity of Indonesia, Srchipelego, Pree 1997

